Senin, 21 Mei 2012

AMPHIBI dan evolusinya

konon kehidupan muncul dari perairan. sehingga dipercaya vertebrata pertama pun muncul dari air. itulah sebabnya ,mengapa urutan kelompok vertebrata  tersusun atas Pisces, Amphibi, Reptil, Aves, Mamalia, yang sebenarnya hal ini menunjukkan suatu perkembangan evolusioner.konon, ada beberapa ikan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan darat, jadilah ia Amphibi. jadi Amphibi sebenarnya adalah evolusi dari beberapa kelompok ikan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan darat. bentuk evolusi ini diantaranya adalah telah memiliki 4 kaki yang sesuai dengan pergerakan didarat, dan bernafas dengan paru-paru. akan tetapi amphibi masih terikat dengan kehidupan akuatik, diantaranya dengan adanya selaput  pada jari, dan bernafas dengan kulit yang berlendir.
jika diperhatikan lagi, kita dapat mengetahui 'evolusi singkat' pada proses perkembangan Amphibi dari telur sampai dewasa.  telur - kecebong (bernafas dengan insang luar, alat gerak sirip) - kecebong dewasa (bernafas dengan insang dalam, punya dua kaki belakang) - katak muda (bernafas dengan paru-paru dan kulit, alat gerak 4 kaki, masih punya ekor) - katak dewasa (4 kaki, bernafas dengan paru-paru dan kulit).
secara umum, diketahui bahwa Amphibi adalah kelompok hewan yang memiliki 2 fase kehidupan, yakni fase kecebong (anakan) yang berlangsung di air dan bernafas melalui insang, dan fase dewasa yangberlangsung didarat. akan tetapi ternyata tidak semua Amphibi mengalami 2 fase kehidupan. ada beberapa amphibi yang selamanya hidup di air maupun yang selamanya hidup didarat.
akan tetapi ada pendapat yang menyatakan bahwa Amphibi adalah semua hewan yang merupakan keturunan langsung dari 'Rhapidistia', dan tidak harus memiliki 2 fase kehidupan.
Rhapidistia merupakan hewan yang termasuk dalam kelompok ikan Sarcopterigii (ikan dengan sirip berlobus).
Sarcopterigii terbagi dalam 3 kelompok :
  1. Coelocanth/Crossopterigii
    merujuk pada kelompok ikan dengan duri siripnya yang berrongga (coelo= rongga,, acanthos=duri).
  2. Lungfishes/Dipnoi
    merujuk pada ikan yang memiliki paru=paru.
  3. Tetrapoda
    merujuk pada ikan yang berkaki, karena ikan jenis ini pergi
sekian dulu yaaahh, aku uda lupa mau nulis apa tadii :D hahaha

Selasa, 15 Mei 2012

Mencangkok Puring

berikut merupakan inti hasil presentasi kelompoknya aku dan kawan2 pada tugas project base learning dalam mata kuliah embriologi dan reproduksi tumbuhan, yakni mengenai "Mencangkok Puring (Codiaeum variegatum)"
  1. bagaimana kriteria pemilihan batang yang baik untuk dicangkok?
    pada pencangkokan hendaknya dipilih bagian cabang atau dahan yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. serta diusahakan pilihlah cabang yang tegak. pencangkokan itupun hanya dapat dilakukan pada tumbuhan dikotil. karena kalau pada tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium dan letak berkas pembuluh xilem dan floemnya tersebar, sehingga bila disayat kemungkinan besar akan melukai jaringan xilemnya juga. selain itu batang monokotil cenderung kecil dan merayap/menjalar
  2. bagaimana cara menyayat batang yang benar pada proses pencangkokan?
    pertama, kita mulai mengukur panjang sayatan batang, kira-kira sekitar 5cm. lalu kita mulai penyayatan secara perlahan dan berhati-hati agar lapisan xilem tidak ikut tersayat. mengapa xilem tidak boleh ikut tersayat?karena kalau xilem ikut tersayat, berarti air dan unsur hara dari tanah yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis tidak dapat terangkat kedaun, sehingga tidak akan dapat terbentuk zat makanan yang dibutuhkan dalam metabolisme tumbuhan, termasuk dalam proses pembentukan akar. Apabila penyayatan telah sampai pada lapisan yang licin/ berlendir yang menandakan bahwa penyayatan telah sampai pada lapisan kambium maka segeralah menghentikan proses penyayatan. karena kalau penyayatan terus dilanjutkan dikhawatirkan akan melukai jaringan xilemnya. apabila telah sampai pada lapisan kambium ini, penyayatan diganti dengan pembersihan lapisan kambium dengan meggunakan media usap, misalnya kapas atau kain yang bersih. apabila sudah bersih/ kering barulah dilakukan penempelan medium (tanah) lalu dibungkus dengan plastik/ saput kelapa.
  3. bagaimana bisa terbentuk akar pada pencangkokan?
    pembentukan akar diawali dengan pembentukan kalus pada batang yang tersayat. apakah kalus itu? kalus yakni kumpulan sel-sel amorphous (sel tak berbentuk/sel tak beraturan). kalus merupakan jaringan embrional yang belum berdiferensiasi. kalus ini terbentuk apabila suatu jaringan terluka (disini batang yang tersayat), dimana kalus ini sebenarnya merupakan jaringan penutup luka yang berasal dari sel yang berpotensi tinggi untuk slalu membelah diri. pada pencangkokan ini, kalus terbentuk dari jaringan meristem sekunder yang  berada disekitarnya, yakni kambium. pembentukkan kalus didukung oleh hormon auksin serta adanya zat makanan (hasil asimiliasi / fotosintesis) yang terkumpul dibagian atas sayatan batang (karena lapisan floem terputus). hormon auksin diproduksi dibagian meristem apikal / titik2 tumbuh dan diedarkan kebagian bawah melalui pembuluh tapis / floem. kalus inilah yang kemudian berorganogenesis membentuk akar cangkok.